Manfaat Bandara Baru untuk “wong cilik”
Di
wilayah Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo
telah dibangun Bandar udara (bandara) baru. Bandara baru ini diberi nama
Bandar Udara Internasional Yogyakarta
atau dalam Bahasa Inggris disebut Yogyakarta
International Airport yang kemudian disingkat dengan YIA. Bandara YIA
ini bisa dibilang akan menggantikan peran Bandara Adisucipto sebagai
bandara internasional. Sedangkan bandara
adisucipto akan beralih fungsi, yaitu untuk penerbangan kargo dan penerbangan
khusus.
Seiring berputarnya roda zaman dan pesatnya
pembangunan maka dibangunlah bandara baru tersebut. Akan selalu ada yang
namanya pro-kontra dalam setiap perubahan atau kemunculan hal yang baru terkait
dengan pembangunan. Begitu juga dengan pembangunan bandara YIA ini, ada pihak
yang keberatan.
Ada
beberapa Kalurahan di Kapanewon Temon
yang wilayahnya “tergusur” oleh kehadiran bandara baru, sehingga warga daerah
terdampak melakukan penolakan. Alasannya diantaranya, pembangunan tersebut menghilangkan
tanah yang menjadi sumber penghidupan. Diketahui bahwa sebagian besar warganya
adalah sebagai petani. Sebenarnya ini alasan manusiawi, setiap manusia pasti
akan merasakan tekanan jiwa untuk
meninggalkan tanah airnya , baik sementara atau selamanya. Walaupun ada
istilahnya ganti rugi atau apapun namanya, tetapi tidak semua hal bisa diganti
dengan uang.
Hidup di
daerah baru seolah-olah semua dimulai dari nol. Tatanan adat dan habitus yang
sudah ada di tempat lama sangat berpengaruh dalam kehidupan di tanah baru. Mungkin ini tidak mudah untuk menjalaninya
ketika masa awal. Memulai segala sesuatu di dunia yang baru. Tetapi inilah
kenyataannya, hidup harus berlanjut. Selama dunia masih berputar, manusia harus
terus berproses.
Hadirnya
bandara baru bukannya tidak ada manfaatnya tentunya. Bandara YIA ini bisa
menampung penumpang berkali-kali lipat dibanding bandara Adisucipto. Landasan yang dimiliki bisa
didarati oleh pesawat terbesar maupun
terberat. Dengan begitu, jumlah turis
dari mancanegara juga diprediksi dapat meningkat. Nama “Kulon Progo” akan lebih
sering disebut di media massa baik cetak maupun elektronik. Jalan raya menuju
lokasi akan bertambah ramai, padat dan mungkin saja macet. Tidak mengapa,yang
penting bangga nama kabupaten sering disebut.
Hadirnya
bandara baru juga meningkatkan nilai ekonomi. Ada banyak usaha/bisnis yang bisa
dibuka terkait dengan keberadaan bandara. Tentu saja oleh orang-orang yang
mempunyai modal secara materiil. Kemudian apakah manfaat bandara baru bagi warga yang
biasa-biasa saja ataupun “wong cilik’?. Mohon maaf saudara sekalian , hingga saat ini saya belum
bisa menuliskannya. Mungkin saja ada tetapi saya belum menemukannya. Mohon maaf.

Belum ada Komentar untuk "Manfaat Bandara Baru untuk “wong cilik”"
Posting Komentar