Hati yang selesai

Hati yang selesai
Hanya 120 ribu saja, gratis ongkir Jawa Bali. Pesan via WA 0813 8769 9725.

Media sosial, panggung yang imut

Adanya teknologi berupa internet sangat membantu manusia dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari. Dalam banyak hal, telah digunakan internet dalam pengerjaannya. Dari teknologi tersebut kemudian manusia bisa saling berkomunikasi tanpa harus bertemu fisik. Komunikasi tersebut bisa melalui teks , gambar, ataupun video.  Media online yang bisa digunakan sebagai sarana interaksi tersebut biasa disebut  Media sosial , atau sering disebut “Medsos”.


Media sosial ini bermacam-macam jenisnya. Ada beberapa jenis  yang paling popular dan digunakan oleh sebagian besar orang Indonesia, diantaranya Facebook(FB), Twitter, Instagram, Youtube dan Blog. Beberapa jenis media sosial tersebut mempunyai fasilitas dan karakter yang berbeda-beda, tidak perlu diuraikan.

Adanya media sosial tersebut tanpa disadari membawa pengaruh dalam pola perilaku manusia. Karena karakter media sosial itu mengajak para penggunanya untuk andil ataupun ikut serta, untuk terbuka dan terhubung dalam satu dialog dalam berbagai macam bentuk.Orang bisa saja menyampaikan ide, gagasan dan semacamnya di media sosial tersebut karena merasa tidak percaya diri , takut , ataupun malu jika diungkapkan dalam kehidupan nyata. Bahkan orang yang pendiam ataupun pemalu-pun bisa sangat lancar berekspresi di dunia setengah nyata tersebut.

Media sosial menjadi semacam panggung untuk penggunanya. Panggung adalah tempat yang lebih tinggi dari sekitarnya, begitu juga medsos. Di panggung orang bisa menampilkan kebolehannya , berpentas secara bebas dan maksimal. Panggung juga bisa juga untuk ‘bersandiwara” .Orang bisa mencari simpati , pujian dan tepuk tangan .

Dengan menggunakan media sosial orang bisa mempengaruhi pemirsanya , membentuk pola pikir hingga pola perilaku. Ini bisa bermacam-macam, mulai dari motivasi  bersikap dalam kehidupan sehari-hari ataupun motivasi dalam  bekerja, Bisa juga tentang sikap dan ideologi  yang disampaikan supaya hidup lebih berdaulat di negara yang  katanya berdaulat ini. Atau juga untuk berkampanye, mempengaruhi untuk alasan politik.

Para pedagang kini juga sudah menggunakan fasilitas media sosial untuk menawarkan barang dagangannya.. Kini banyak orang yang sebenarnya bukan pedagang menggunakan fasilitas yang ada , sehingga muncul istilah “penjual online”. Ada berbagai macam aplikasi atau media untuk berdagang Pasarnya sering disebut dengan OLshop atau online shop.

Tidak semua orang bisa menggunakan medsos dengan bijak, sebaliknya mereka malah menggunakannya untu hal-hal yang tidak baik. Misalnya untuk mem-bully, memfitnah, menipu atau juga untuk berperang dengan orang-orang yang secara politik berseberangan.

Ada bermacam kelakuan warganet di tanah air  tercinta ini. Saat suhu politik sedang panas-panasnya, saling serang antar kedua kubu. Saat momen puncak  politik sudah selesai , masih saja ada bahan untuk berperang. Hingga bahan yang remehpun bisa jadi bahan.

Seringkali media sosial menjadi ajang pelampiasan akan kekecewaan dalam hidup. Jika dalam kehidupan nyata tidak menemukan kebahagiaan yang diinginkan, melampiaskan kekesalan di dunia maya mungkin suatu kebahagiaan tersendiri.
Semoga kita terhindar dari kelakuan yang  konyol dalam bermedsos. Agar terhindar dari sikap demikian , ada hal-hal yang harus dipenuhi, yaitu iman yang kuat, uang yang banyak dan kasih sayang yang melimpah. Bisa?



Belum ada Komentar untuk "Media sosial, panggung yang imut"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel