Media sosial, panggung yang imut
Adanya teknologi berupa internet sangat membantu
manusia dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari. Dalam banyak hal, telah digunakan
internet dalam pengerjaannya. Dari teknologi tersebut kemudian manusia bisa
saling berkomunikasi tanpa harus bertemu fisik. Komunikasi tersebut bisa
melalui teks , gambar, ataupun video.
Media online yang bisa digunakan sebagai sarana interaksi tersebut biasa
disebut Media sosial , atau sering
disebut “Medsos”.
Media sosial ini bermacam-macam jenisnya. Ada beberapa
jenis yang paling popular dan digunakan
oleh sebagian besar orang Indonesia, diantaranya Facebook(FB), Twitter,
Instagram, Youtube dan Blog. Beberapa jenis media sosial tersebut mempunyai
fasilitas dan karakter yang berbeda-beda, tidak perlu diuraikan.
Adanya media sosial tersebut tanpa disadari membawa
pengaruh dalam pola perilaku manusia. Karena karakter media sosial itu mengajak
para penggunanya untuk andil ataupun ikut serta, untuk terbuka dan terhubung
dalam satu dialog dalam berbagai macam bentuk.Orang bisa saja menyampaikan ide,
gagasan dan semacamnya di media sosial tersebut karena merasa tidak percaya
diri , takut , ataupun malu jika diungkapkan dalam kehidupan nyata. Bahkan
orang yang pendiam ataupun pemalu-pun bisa sangat lancar berekspresi di dunia
setengah nyata tersebut.
Media sosial menjadi semacam panggung untuk
penggunanya. Panggung adalah tempat yang lebih tinggi dari sekitarnya, begitu
juga medsos. Di panggung orang bisa menampilkan kebolehannya , berpentas secara
bebas dan maksimal. Panggung juga bisa juga untuk ‘bersandiwara” .Orang bisa
mencari simpati , pujian dan tepuk tangan .
Dengan menggunakan media sosial orang bisa
mempengaruhi pemirsanya , membentuk pola pikir hingga pola perilaku. Ini bisa bermacam-macam,
mulai dari motivasi bersikap dalam
kehidupan sehari-hari ataupun motivasi dalam
bekerja, Bisa juga tentang sikap dan ideologi yang disampaikan supaya hidup lebih berdaulat
di negara yang katanya berdaulat ini.
Atau juga untuk berkampanye, mempengaruhi untuk alasan politik.
Para pedagang kini juga sudah menggunakan fasilitas
media sosial untuk menawarkan barang dagangannya.. Kini banyak orang yang
sebenarnya bukan pedagang menggunakan fasilitas yang ada , sehingga muncul
istilah “penjual online”. Ada berbagai macam aplikasi atau media untuk
berdagang Pasarnya sering disebut dengan OLshop atau online shop.
Tidak semua orang bisa menggunakan medsos dengan
bijak, sebaliknya mereka malah menggunakannya untu hal-hal yang tidak baik.
Misalnya untuk mem-bully, memfitnah, menipu atau juga untuk berperang dengan
orang-orang yang secara politik berseberangan.
Ada bermacam kelakuan warganet di tanah air tercinta ini. Saat suhu politik sedang panas-panasnya,
saling serang antar kedua kubu. Saat momen puncak politik sudah selesai , masih saja ada bahan
untuk berperang. Hingga bahan yang remehpun bisa jadi bahan.
Seringkali media sosial menjadi ajang pelampiasan akan
kekecewaan dalam hidup. Jika dalam kehidupan nyata tidak menemukan kebahagiaan
yang diinginkan, melampiaskan kekesalan di dunia maya mungkin suatu kebahagiaan
tersendiri.
Semoga kita terhindar dari kelakuan yang konyol dalam bermedsos. Agar terhindar dari
sikap demikian , ada hal-hal yang harus dipenuhi, yaitu iman yang kuat, uang
yang banyak dan kasih sayang yang melimpah. Bisa?

Belum ada Komentar untuk "Media sosial, panggung yang imut"
Posting Komentar