Tamansari dan rasa kecewa
Keinginan adalah sumber penderitaan. Demikian salah satu pesan bijak yang pernah saya dapat. Karena tidak setiap keinginan bisa terwujud maka kita bisa merasakan kecewa. Padahal kita sudah berbuat dan berusaha untuk mewujudkan keinginan-keinginan itu, mungkin memang bukan jatah kita. Namanya saja hidup di dunia ya begitu, tidak semua yang kita inginkan bisa didapat. Kalau setiap yang kita inginkan selalu ada ataupun terwujud mungkin itu namanya surga. Eh maaf, dari tadi nulisnya "kita". Padahal tidak ada kita, yang ada hanyalah aku dan kamu.
Sebagai fotografer amatir, saya punya semacam cita-cita, suatu saat akan mengambil gambar dan mendapat hasil fotografi yang bagus di Tamansari. Tamansari , obyek wisata peninggalan sejarah berupa komplek pemandian. Seperti yang pernah saya lihat di dalam berbagai media, tempat itu begitu indah, artistik. Saya ingin membuat gambar yang apik sesuai dengan kemampuan yang saya miliki.
Selain membayar tiket masuk biasa di obyek wisata, ada juga uang yang harus dikeluarkan bagi yang membawa kamera. Uang tersebut dibayar di loket yang sama. Jadi nantinya akan diberi tanda khusus untuk disertakan atau dikaitkan di kamera. Berhubung kamera sudah di tangan maka mau tidak mau saya juga harus membayar biaya tersebut.
Ketika masuk tempat yang berupa kolam (maksudnya komplek kolam itu, buka nyebur) saya mencari-cari posisi dan sudut pandang yang bagus. Setelah beberapa menit, saya tidak juga mulai memotret. Karena di sana juga ada para pengunjung lain yang juga berfoto-foto.
Secara langsung tidak langsung posisi mereka mengganggu pemandangan untuk mendapatkan gambar. Saya merasa sungkan meminta mereka pindah posisi supaya saya lebih leluasa. Setelah menunggu beberapa saat tenyata sama saja.
Begitu juga di tempat yang lain. Di salah satu tempat favorit untuk berfoto, di sana ternyata antriannya banyak. Tempat itu adalah undakan segi lima atau undakan dari 5 arah yang ujungnya bertemu. Tempat itu memang bagus, semacam landmark atau penanda bahwa itu adalah pemandian Tamansari.
Kemudian sempat terpikir, mungkin untuk bisa mengambil gambar di tempat-tempat tersebut harus booking terlebih dahulu atau disewa sekian waktu. Jadi bisa didapat gambar yang bagus karena bisa leluasa dalam mengambil gambar.

Belum ada Komentar untuk "Tamansari dan rasa kecewa"
Posting Komentar